Sabtu, 06 Desember 2014

Cinta Itu Absurd


Selamat pagi minna ! This is my poem to LOVE :) 


CINTA ITU ABSURD

Ketika untaian tangis jadi kasat mata
Dan tangis itu hanya untuk orang yang menyakitimu
Ketika kamu menggantung senyuman termanis yang pernah ada
Dan senyum itu untuk orang yang bahkan tidak pernah  menganggapmu
Ketika kamu tertawa
Di balik drama kepalsuan
Padahal hatimu sedang menderita
Dan kamu masih tetap mencintainya dengan jiwa
ANEH !
Seakan
Rasa cinta itu
memenuhi paruparu
Menyesakkan dadamu
Mengambil alih otakmu
Merangsang gairahmu
Membuatmu terjatuh
Berulang kali
Hingga
Sisa asa tidak mampu membuatmu bertahan
Dan Selagi kamu masih bertahan diatas kemustahilan
Hasilnya nihil, namun kamu takkan mundur barang selangkah
Bahkan jika hatimu telah dijadikan serpihan dan patahan-patahan
Kamu masih bisa mencintainya dengan serpihan yang tersisa, dengan jiwa
NONSENS !
Hatimu seakan dilindungi sistem imun
Yang memberi lebih banyak
Kekuatan untuk cinta
Kelapangan
Kepekaan
Kebodohan
Sadarkah?
Ketika
Kamu ptuskan nadi-nadi
Hanya untuk mengenang yang tidak mencinta

Bodoh !

Lalu, siapa yang dapat menyalahkan cinta?
Kamu, aku, mereka, atau dia?
Tidak !


Hanya saja,
Jangan kamu biarkan diri hanyut dan mengalir
Apabila kamu takut kepada air
Tetaplah, bertahanlah berada di permukaan
Atau Kamu pasti tenggelam




                                                                   By : Marsya Juliana
















Kamis, 04 Desember 2014

SelempangSendu


Guutsore, baca ini ya! Dan ingat, ini karya Marsya Gipta Juliana !!! \m/
 

SelempangSendu

                                                                                                           by : Marsya Juliana

Selentingan berselarak
Menyelinap pada tedasnya sepi
Rindu berpikauan, memijar untuk pagi yang buta
Temaram tersingkap, gemersik sendu berselempangan di bahuku
Titipkan salam untuk yang terkasih yang terlanjur merimbun rasa
Aku meninggi pada geladak dan acuan nafasku
Mengernyih dalam kerlip iradiasi
Menginvensi rasaku  untuk gari yang akan terlepas
Untuk langkah yang akan meretas
Impian masih di atas


Prolog Senja


Hay everyone. Seperti biasa, I'm Marsya Gipta Juliana will show you my new poem. Kisahnye yang nulis lagi galo. But, kalo ada yang ngga ngerti sama kata-katanya bisa langsung nanyak lewat kolom komentar atau ke pemiliknya langsung. Okey, silahkan dinikmati, PROLOG SENJA. (nb:Ingatlah ini karya Marsya Gipta Juliana)


Prolog Senja-

Bukan oase yang mengarai pada teriknya harapan
Aku hanya bisa mengimak, untuk iluminasi yang sempat dihadirkan senja
Senja berkata bahwa malam semanis kinca
Atau menjadi kusut pada terpaan masa

Aku terlalah masa lalu
Lelaku berharap kudapat capai lorong cahaya
Namun, kesekian kalinya sakit itu menjadi polaris
Yang ingin kudecap lagi nikmatnya

Remak atau remuk?
Kubiarkan diri mengarak pada rempuh sidi
Renai mengawang tumbas senyumku
Tiada kucapai, malah ku berjalan jauh

Prolog senja luarbiasa
Indah.. tetapi mentari akan tenggelam
Lelapkan harapan direngkuh malam


                                                                                                                                                .M .J.

Selasa, 04 November 2014

Dia Hilang

                                                                                         by : Marsa Juliana


Pohon-pohon yang dirasuk angin
Jiwa menjalar menepis gerogotan rasa
Jiwa itu telah mati, tetapi bergentayangan dalam suara
Dalam reotan pintu-pintu tua yang perlahan tertutup dan terbuka

Dan desingan dedaunan diantara pohon yang berjarak
Juga tepisan bayangan rumput-rumput liar meneduhkan
Jendela berderit, atap menjerit
Hempaskan suara langkah yang pelan
Dalam rintihan tak bertuan dari rumah tak berpenghuni

Kosong, mata meneliti pada setiap sudut
Lalu darimana datangnya rasa takut
Takut akan sergapan ketika sesuatu menarik kakimu
Dan kau berteriak seakan ada yang datang melihat

Sebuah jiwa duduk di dalam sana
Matanya menangkup, wajahnya menunduk
Berbalut kain yang bersih

Darimana suara langkah yang tak bertuan?
Darimana deritan pintu yang telah disangga
Sosok jiwa itu tersenyum kepadamu
Matanya berkoar api amarah
Dan beberapa detik kemudian
Dia hilang...........

Kekasih Hati Yang Bukan Kekasih (KHYBK)

Ini salahsatu tedasnya kesepian yang kualami ketika dilema :D Ingat ini karya Marsya ;)


Kekasih Hati Yang Bukan Kekasih  
                                                                                   
                                                     by : Marsa Juliana

Dirimu yang ubah lengkungan bibir ini
Menuliskan senyum yang sempat dihapus luka
Membangun bahagia yang pernah dipudarkan tangis
Meluruhkan kosongku, dengan cerita baru

Ada keinginan dalam setiap senyummu
Ada manis dalam rasa cemburumu
Ada setia dalam lembutnya tatapanmu
Ada rasaku dalam diammu

Tetapi langkahku yang tidak bisa berpijak
Lebih dari sekedar tersenyum memperhatikan tingkahmu
Jari kelingking dan ucapanku telah berhambur
Jadi dosa jika kau kumiliki

Kau, adalah kesalahan terindah
Hatiku terpaut, logika ku mati
Meski bergandeng tangan, entah apa
Kau kekasih hati yang bukan kekasih

Rabu, 29 Oktober 2014

Aku Ada

 Aku Ada 


                                                                     by : Marsa Juliana
Aku ada, dalam kesunyian
Dalam cekaman gelap malam
Dalam sisa waktumu, yang menjelang akhir

Aku ada dalam sepimu
Dalam gelora nafsumu
Dalam segala, kelam batinmu
Aku ‘kan selalu di sana, sampai nanti

Aku ada, dalam desisan angin
Dalam desahan reranting pohon
Dalam reotan bambu yang menggiurkan telingamu
Dalam dinginnya angin, yang menusuk pori-porimu

Aku terbaring, terpisah dari jasad yang terbuang
Aku melayang, jauh dari kesucian
Kenistaan ada padaku !

Aku adalah kepekatan yang menyelimuti tidurmu
Kala rinai gerimis membasahi tanah
Dan rindu dendammu, tak sampai penghabisan
Aku ada di sana
Jangan melihat keluar jendela !
Jangan coba meneliti hal yang tidak biasa
Jangan mencari tau,
Hanya Panggil aku !
Rival abadimu !

PUISI : Cinta = Nostrum (Untuk kamu, yang kelak menjadi kekasihku)

                                                                         By : Marsa Juliana


Cinta itu nostrum yang indah
Ketika hati gelisah
Bahkan menjadi nostrum berbahaya
Ketika baru berbahagia

Penggunaan nujum diisyaratkan untuk mengerti prasyarat,
Padahal, siapa yang tahu?
Ketika hati sarak, mana bisa mengikat hati seperti mengikat tali sepatu
Sangli...

Menaja jalan yang baru, bersama orang baru
Seperti takik untuk memanjati hatiku
Cinta, mampukah menjadi tiwikrama?
Atau hanya bisa meninggalkan sendu?